Saturday, November 24, 2007

Penelitian Hukum: Kekerasan Dalam Rumah Tangga

PERLINDUNGAN TERHADAP PEREMPUAN
MELALUI UNDANG-UNDANG KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA:
Analisa Perbandingan antara Indonesia dan India

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) telah menjadi agenda bersama dalam beberapa dekade terakhir. Fakta menunjukan bahwa KDRT memberikan efek negatif yang cukup besar bagi wanita sebagai korban.[1] World Health Organization (WHO) dalam World Report pertamanya mengenai “Kekerasan dan Kesehatan” di tahun 2002, menemukan bahwa antara 40 hingga 70 persen perempuan yang meninggal karena pembunuhan, umumnya dilakukan oleh mantan atau pasangannya sendiri.[2] Laporan Khusus dari PBB mengenai Kekerasan Terhadap Perempuan telah mendefinisikan KDRT dalam bingkai jender sebagai ”kekerasan yang dilakukan di dalam lingkup rumah tangga dengan target utama terhadap perempuan dikarenakan peranannya dalam lingkup tersebut; atau kekerasan yang dimaksudkan untuk memberikan akibat langsung dan negatif pada perempuan dalam lingkup rumah tangga.” [3]

Signifikansi menggunakan jender sebagai basis analisa dalam permasalahan ini yaitu untuk mendorong terjadinya perubahan paradigma terhadap KDRT dengan obeservasi sebagai berikut, “Daripada menanyakan kenapa pihak pria memukul, terdapat tendensi untuk bertanya kenapa pihak perempuan berdiam diri” [4] Analisa jender mendorong kita tidak hanya menanyakan mengapa pria melakukan kekerasan, tetapi juga menanyakan kenapa kekerasan terhadap perempuan terjadi dan diterima oleh banyak masyarakat. Merestrukturisasi pertanyaan tesebut merupakan hal penting dalam melakukan pembaharuan hukum, khususnya dari perspektif keadilan dan hak asasi manusia (HAM). Kunci utama untuk memahami KDRT dari perspektif jender adalah untuk memberikan apresiasi bahwa akar masalah dari kekerasan tersebut terletak pada kekuasaan hubungan yang tidak seimbang antara pria dan perempuan yang terjadi pada masyarakat yang didominasi oleh pria. Sebagaimana disampaikan oleh Sally E. Merry, “Kekerasan adalah… suatu tanda dari perjuangan untuk memelihara beberapa fantasi dari identitas dan kekuasaan. Kekerasan muncul, dalam analisa tersebut, sebagai sensitifitas jender dan jenis kelamin”. [5]

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan khususnya terhadap perempuan oleh pasangannya maupun anggota keluarga dekatnya, terkadang juga menjadi permasalahan yang tidak pernah diangkat ke permukaan. Meskipun kesadaran terhadap pengalaman kekerasan terhadap wanita berlangsung setiap saat, fenomena KDRT terhadap perempuan diidentikkan dengan sifat permasalahan ruang privat. Dari perspektif tersebut, kekerasan seperti terlihat sebagai suatu tanggung jawab pribadi dan perempuan diartikan sebagai orang yang bertanggung jawab baik itu untuk memperbaiki situasi yang sebenarnya didikte oleh norma-norma sosial atau mengembangkan metode yang dapat diterima dari penderitaan yang tak terlihat.

Pemahaman dasar terhadap KDRT sebagai isu pribadi telah membatasi luasnya solusi hukum untuk secara aktif mengatasi masalah tersebut. Di sebagian besar masyarakat, KDRT belum diterima sebagai suatu bentuk kejahatan. Bagaimanapun juga, sebagai suatu hasil advokasi kaum feminis dalam lingkup HAM internasional, tanggung jawab sosial terhadap KDRT secara bertahap telah diakui sebagian besar negara di dunia.

Kekerasan dalam rumah tangga seringkali menggunakan paksaan yang kasar untuk menciptakan hubungan kekuasaan di dalam keluarga, di mana perempuan diajarkan dan dikondisikan untuk menerima status yang rendah terhadap dirinya sendiri. KDRT seakan-akan menunjukkan bahwa perempuan lebih baik hidup di bawah belas kasih pria. Hal ini juga membuat pria, dengan harga diri yang rendah, menghancurkan perasaan perempuan dan martabatnya karena mereka merasa tidak mampu untuk mengatasi seorang perempuan yang dapat berpikir dan bertindak sebagai manusia yang bebas dengan pemikiran dirinya sendiri. Sebagaimana pemerkosaan, pemukulan terhadap istri menjadi hal umum dan menjadi suatu keadaan yang serba sulit bagi perempuan di setiap bangsa, kasta, kelas, agama maupun wilayah.

Pada tingkat internasional, kekerasan terhadap perempuan telah dilihat sebagai suatu bingkai kejahatan terhadap hak dan kebebasan dasar perempuan serta perusakan dan pencabutan kebebasan mereka terhadap hak-hak yang melekat pada dirinya. Hal ini menjadi sebuah tantangan dalam pencapaian persamaan hak, pengembangan dan kedamaian yang diakui dalam Nairobi Forward-looking Strategis for the Advancement of Women[6], yang merekomendasikan satu perangkat tindakan untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan. Rekomendasi tersebut dibebankan kepada Pemerintah sebagai kewajiban hukum dan moral untuk menghilangkan KDRT melalui kombinasi berbagai langkah serius.

KDRT merupakan permasalahan yang telah mengakar sangat dalam dan terjadi di seluruh negara dunia. Dalam hal ini, masyarakat internasional telah menciptakan standar hukum yang efektif dan khusus memberikan perhatian terhadap KDRT. Tindakan untuk memukul perempuan, misalnya, telah dimasukan di dalam konvensi HAM internasional maupun regional yang mempunyai sifat hukum mengikat terhadap negara yang telah meratifikasinya. Dokumen HAM Internasional tersebut meliputi, Universal Declaration of Human Rights (“UDHR”), the International Covenant on Civil and Political Rights (“ICCPR”), dan the International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights (“ICESCR”) yang menjadi standar umum mengenai Hak Asasi Manusia, di mana para korban dari KDRT dapat menggugat negaranya masing-masing. [7]

Berbagai pertistiwa kekerasan dalam rumah tangga telah menunjukkan bahwa negara telah gagal untuk memberi perhatian terhadap keluhan para korban. Maka negara dapat dikenakan sanksi jika negara tersebut merupakan anggota dari instrumen internasional sebagaimana telah disebutkan sebelumnya. Hal yang sama dapat pula dilakukan di bawah Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (“CEDAW”) beserta dengan Protokolnya, dan juga melalui Convention Against Torture and Other Cruel, Inhuman, or Degrading Treatment or Punishment (“CAT”). Demikian juga, instrumen regional dapat memberikan perlindungan terhadap perempuan yang menjadi korban.

The European Convention for the Protection of Human Rights and Fundamental Freedoms (“ECHR”), the American Convention on Human Rights (“ACHR”), bersama dengan the Inter-American Convention on the Prevention, Punishment and Eradication of Violence Against Women (“Inter-American Convention on Violence Against Women”), dan the African Charter on Human and Peoples' Rights (“African Charter”) merupakan dokumen utama HAM regional yang dapat dijadikan landasan bagi korban KDRT.

Pengaruh negatif dari KDRT pun beraneka ragam dan bukan hanya bersifat hubungan keluarga, tetapi juga terhadap anggota dalam keluarga yang ada di dalamnya. Dalam hal luka serius fisik dan psikologis yang langsung diderita oleh korban perempuan, keberlangsungan dan sifat endemis dari KDRT akhirnya membatasi kesempatan perempuan untuk memperoleh persamaan hak bidang hukum, sosial, politik dan ekonomi di tengah-tengah masyarakat. Terlepas dari viktimisasi perempuan, KDRT juga mengakibatkan retaknya hubungan keluarga dan anak-anak yang kemudian dapat menjadi sumber masalah sosial.

Kekerasan di antara mereka yang mempunyai hubungan dekat sebagaimana telah dideskripsikan di atas merupakan salah satu masalah utama di Indonesia, sebagaimana juga di seluruh dunia termasuk India. Satu pendekatan umum untuk mengatasi permasalahan ini haruslah dilihat dari peranan hukum. Dengan demikian, advokasi perempuan baik di Indonesia maupun di India haruslah dengan melakukan perbaikan legslasi dan kebijakan yang mengkriminalisasi tindak-tindakan kekerasan dalam rumah tangga.

Penelitian ini memeberikan fokus pada isu perlindungan terhadap perempuan melalui UU KDRT di negara berkembang, yaitu Indonesia dan India. Deskripsi dan analisa perbandingan dihadirkan untuk memberikan solusi hukum terhadap permasalahan tersebut. Penelitian ini menemukan bahwa masyarakat di suatu negara memberikan pengaruh yang sangat besar dalam pembuatan proses UU KDRT, di mana antara India dan Indonesia mempunyai karakteristik yang berbeda untuk mendefinisikan apa itu KDRT. Sebagai contoh, India menamakan UU-nya sebagai the Protection of Women from Domestic Violence Act, 2005, sementara Indonesia menyebutkannya dengan the Elimination of Violence in Household Act, 2004.

Lebih lanjut, India mengenal “dowry” dan “sati” sebagai KDRT yang bersifat spesifik, sementara Indonesia tidak mengenai kedua hal tersebut. Namun demikian, Indonesia memberikan definisi yang sangat luas untuk mengatasi segala bentuk tindakan KDRT. Akhirnya, penelitian ini mencoba untuk memberikan beberapa masukan dalam rangka mengatasi salah satu kekerasan yang sangat signifikan ini.

Agar memudahkan untuk memahami penelitian ini secara mudah, maka makalah telah disajikan dengan membuat beberapa bagian secara terpisah.

PROTECTION OF WOMEN WITH SPECIAL EMPHASIS ON DOMESTIC VIOLENCE ACT: A Comparative Analysis between India and Indonesia

ACKNOWLEDGEMENT
CONTENTS
ABSTRACT

CHAPTER I: INTRODUCTION
1.1. Background to Research Paper
1.2. Statement of Problem
1.3. Objectives
1.4. Methodology
1.5. Conceptual Definitions
1.5.1 Domesticity
1.5.2. Understanding Domestic Violence
1.5.3. Defining Domestic Violence
1.6. Structure of Research Paper

CHAPTER II: WOMEN UNDER INTERNATIONAL LAW
2.1. Overview
2.2. Universal Declaration on Human Rights, 1948
2.2.1. Civil and Political Rights
2.2.2. Economic and Social Rights
2.2.3. Legal Effect of the Declaration
2.2.4. India-Indonesia and Universal Declaration on Human Rights
2.3. Convention on the Political Rights of Women, 1953
2.4. Convention on the Nationality of Married Women, 1957
2.5. Declaration on Elimination of Discrimination Against Women, 1967
2.6. Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against
Women, 1979
2.7. Declaration on the Elimination of Violence Against Women, 1993
2.8. Optional Protocol to the Convention on the Elimination of Discrimination
Against Women, 1999
2.9. Commission on the Status of Women
2.9.1. Vienna Conference
2.9.2. Beijing Conference

CHAPTER III: THE PROTECTION OF WOMEN FROM DOMESTIC VIOLENCE
IN INDIA
3.1. Overview
3.2. Highlights of the Act
3.3. Meaning of Important Expression used under the Act
3.4. Duties and Functions of Protection Officers
3.4.1. Service Providers
3.4.2. Duties of Government
3.5. Procedure for Obtaining Orders of Relief
3.5.1 Protection Orders
3.5.2. Monetary Reliefs
3.6. Jurisdiction
3.7. Miscellaneous

CHAPTER IV: THE ELIMINATION OF VIOLENCE IN HOUSEHOLD IN INDONESIA
4.1. Overview
4.2. Highlights of the Act
4.3. Meaning of Important Expression used under the Act
4.4. The Obligation of Government and Public
4.4.1. Duties and Functions of Protection Officers
4.4.2. Victim of Violence
4.5. The Application and the Court
4.5.1. Perpetrator
4.5.2. Recovery of Victim
4.6. Criminal Stipulation
4.6.1. Additional Sentence
4.6.2. Other Stipulations

CHAPTER IV: CONCLUSION AND SUGGESTION
5.1. Conclusion
5.2. Suggestion

BIBLIOGRAPHY

Bagi para pembaca setia yang ingin memperoleh tulisan secara lengkap dapat menghubungi penulis dengan meninggalkan pesan pada kolom tanggapan yang telah disediakan atau mengirimkan email secara langsung kepada penulis.

Perempuan bukan diciptakan dari tulang ubun-ubun,
karena berbahaya jika membiarkannya dalam sanjung puja
Bukan pula diciptakan dari tulang kaki ,
karena nista, diinjak dan diperbudak

Melainkan Perempuan diciptakan dari tulang rusuk kiri,
dekat di hati untuk dicintai, dekat dg tangan untuk dilindungi..
selama-lamanya......


Salam Hangat,

Pan Mohamad Faiz ~ New Delhi

Catatan Akhir

[1] Kumaralingam Amirthalingam, Women’s Rights, International Norms, and Domestic Violence: Asian Perspectives, Human Rights Quarterly 27 (2005), hal. 684.

[2] World Health Organization, World Report on Violence and Health 93 (2002), dapat diakses melalui www.who.int/violence_injury_prevention/violence/world_report/en/.

[3] Report of the Special Rapporteur on Violence Against Women, Its Causes and Consequences, Ms. Radhika Coomaraswamy, disampaikan kepada Commission on Human Rights Resolution 1995/85, a Framework for Model Legislation on Domestic Violence, U.N. ESCOR, Comm’n on Hum. Rts., 52d Sess., Agenda Item 9(a), addendum, 28, U.N. Doc. E/CN.4/1996/53/Add. 2 (1996).

[4] Helen M. Eigenberg, ed., “Societal Change and Change in Family Violence from 1975 to 1985: As Revealed by Two National Surveys”, dalam Woman Battering in the United States: Till Death Do Us Part, 2001, hal. 131.

[5] Sally E. Merry, Rights Talk and the Experience of Law: Implementing Women’s Human Rights to Protection from Violence, 25 HUM. RTS. Q. 343, 350, 2003.

[6] Lihat Laporan dari the World Conference to Review and Appraise the Achievements of the United Nations Decade for Women: Equality, Development and Peace, U.N. Doc. A/CONF. 116/Rev.1, U.N. Sales No. E.85.IV.10 (1986).

[7] Yuhong Zhao, Domestic Violence in China: In Search of Legal and Social Responses, 18 UCLA PAC. BASIN L.J. 211. 2001, hal. 223.

55 comments:

Anonymous said...

Dear Mr. Hafiz, i would like to have your complete article. could you send it to this email : mohdreedha@yahoo.co.id

Anonymous said...

saya tertarik dengan artikel lengkapnya, mohon dikirim via email ke apihnaura@yahoo.com...terima kasih

Poedjie Widjaja said...

Saya sedang membuat makalah dengan judul yang hampir sama.
Boleh saya meminta artikel lengkap nya? widjaja.poedjie@gmail.com
Thanks before...^^

Rudy Butarbutar said...

gw juga mas...
tertarik dengan kasusnya,

kalo boleh dikirim ke rudyjuandi@gmail.com ya mas...
thks b4

erick said...

mas hafiz saya seorang mahasiswa yang kebetulan sedang melakukan penelitian tentang kdrt...maka dari itu saya minta tolong...mau meminta artikel lengkap dari mas hafiz...tolong dikirim ke alamat email gorita_baby@yahoo.com dengan ini saya mengucapkan trima kasih sebanyak2nya

Andi Verdanaynti said...

Boleh dong mas minta artikel lengkap tentang KDRT nya?, coz saya lagi cari bahan untuk bikin skripsi nich...
Klo boleh tolong kirim ke andiverdanatanti@gmail.com

thanks ya sebelum dan sesudahnya...

Swastika Andi said...

Mas Fais salam kenal, saya tertarik dengan tulisan ini. Kebetulan ada penelitian ttg KDRT di Aceh. Saya mohon Mas bisa kirim tulisan lengkap ke email saya di andidn@gmail.com

Terima kasih banyak.

Anonymous said...

Assalamu'alaikum...
salam kenal, sy mahasiswa kedokteran UNHAS, kebetulan sy dapat tugas forensik berkaitan dengan KDRT dan sy tertarik dengan tulisan ini. sy mohon mas bisa bantu sy melalui tulisan mas ke email sy: anhie_moez5h@yahoo.com

syukron mas.

Anonymous said...

Mas Fais, sy sedang mengumpulkan bahan-bahan bacaan tentang KDRT untuk tugas. Saya tertarik dengan tulisannya. Saya mau artikel lengkapnya. Bisa tolong kirim ke: utien_baikbanget@yahoo.co.id
Thanks a lot

Anonymous said...

For Mas Fais, saya sedang mengumpulkan makalah atau tulisan tentang KDT untuk penulisan jurnal. Saya sangat tertarik dengan tulisan anda, saya berharap Mas Fais bisa mengirimkan artikel lengkapnya ke alamat email saya: eddykiswanto@yahoo.com. Terima kasih banyak atas bantuannya

Anonymous said...

Aslm. Boleh minta artikel lengkapnya? Mohon dikirim ke email saya di innez_zpz@yahoo.com. Walau sekarang sudh 2009, telatnya.he...

kartika said...

Mas Fais, saya sedang membuat tugas kuliah mengenai KDRT. Saya tertarik dengan tulisan Anda, saya berharap Mas Fais bersedia mengirimkan artikel lengkapnya ke alamat email saya, sebagai bahan bacaan untuk tugas kuliah saya tersebut. Terima Kasih. alamat email saya : kartika.jr@gmail.com

Yana Mardiana said...

Aslm..mas Fais,saya sedang mengumpulkan bahan untuk presentasi speech, dan kebetulan topik yang saya angkat adalah mengenai violence in household, khususnya di Indonesia. Karena itu, saya sangat berharap mas Fais dapat membantu saya dengan mengirimkan artikel lengkap tentang KDRT ke alamat e-mail saya, yana_english2007@yahoo.com
Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih ats bantuan mas Fais.

Thanks berat....

Yana Mardiana said...

Aslm..mas Fais,saya sedang mengumpulkan bahan untuk presentasi speech, dan kebetulan topik yang saya angkat adalah mengenai violence in household, khususnya di Indonesia. Karena itu, saya sangat berharap mas Fais dapat membantu saya dengan mengirimkan artikel lengkap tentang KDRT ke alamat e-mail saya, yana_english2007@yahoo.com
Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih ats bantuan mas Fais.

Thanks berat....

HAKIM HERU CENTER (H2C) said...

Boleh minta artikel lengkapnya, bung Pais?

Anonymous said...

mas,blh menta tukisan lengkapnya tentang paper diatas yang berisi pembandingan kdrt di indonesia dan india???
saya tertarik..
makasih..
email:
merzellia_cute@yahoo.com

fitri 'dede' said...

aslm...
mas blh minta artikel lengkap ttg KDRT diatas???
saya tertarik dengan artikel tentang KDRT untuk tugas kuliah saya...
makasih.......

INDRAFTER said...

ASSLM...
SAYA LAGI BUAT SCRIPT UNTUK BUAT FILM DOKUDRAMA BERDURASI 10 MENIT. MATERINYA KDRT, MUNGKIN ADA YANG BISA BERI MASUKAN UNTUK INI.

TRIMS

nurul said...

aslkm
mas fais saya kuliah di IP ad tugas untuk buat makalah ttg hukum jd saya ambil judul yg hampir sama.
bleh gak minta pembahasan yang lebih lengkap lagi sebagai bhn refernsi lainnya.trimakasih sblmnya
ini almat email saya cintaislam_forever@yahoo.com

aulia prajayanti dewi said...

mas,bisa minta artikel lengkapnya?
saya butuh referensi ttg KDRT.
trima kasih.
email :
olala.lia65@gmail.com

Anonymous said...

mas, saya jg mau minta tolong dikirimin donk yang artikel kdrt ini. saya lgi cri referensi mengenai kdrt untuk tugas kul. terimah kasih.

h.law_ti3ni3@yahoo.com

hilda angrianita said...

pak, mau minta bahannya donk pak.
mau bikin presentasi ttg KDRT nih. trimaksh sblmnya...

Anonymous said...

Mas Fais blhkah saya di krm i artikel lengkap ttg KDRT ke achmadwahyudi79@yahoo.com saya tertarik dengan masalah KDRT buat penyusunan karya ilmiah trims sblmx

Molceonly said...

saya bertindak sebagai seorang kakak yang dimana saya melihat dgn miris wajah adik saya yang lebam akibat pemukulan suaminya.

adik saya takut melanjutkan ke hukum karena takut kehilangan status ibunya. ia terluka dan tidak bisa lari kemana-mana, saya tidak bisa bertindak lebih jauh tanpa seijinnya.

apa yang harus saya lakukan? foto bukti penganiayaan suaminya ada ditangan saya.

TOLONG!!!

marliana said...

Assalamu'alaikum

Mas Pan Moh. Faiz (mirip nama anak saya: Fariz), saya mahasiswa FKM UI. Lagi cari referensi ttg KDRT untuk tugas membuat artikel. Saya mohon dapat dikirimkan artikel lengkapnya ya ke: marli.zahra@yahoo.com
Terima kasih sebelumnya.

Wassalamu'alaikum

rosalina said...

can I see your full document about household's violence above? where is the place to see it as a whole? THX a lot.

Anonymous said...

Mas Faiz, saya tertarik untuk membaca artikel anda, bisa dikirimkan ke nabil.hilabi@yahoo.com
Terima kasih sebelumnya.

Anonymous said...

saya sedang melakukan penelitian tentang penanganan KDRT di lembaga dan artikel anda menjadi salah satu rujukan saya, apakah saya dapat memperoleh edisi kompletnya?
terima kasih
berikut ini saya cantumkan alamat email saya: muryana.label@gmail.com/moerys28@yahoo.co.id

Anonymous said...

Dear Mr. Hafiz, i would like to have your complete article. could you send it to this email :
white_fate_kell@yahoo.com

Anonymous said...

Bang Faiz
saya sangat tertarik terhadap artikel ini. saya ingin lebih mendalaminya
apakah saya dapat memperoleh full version-nya?
terima kasih

berikut ini saya cantumkan alamat email saya:
manutd_fireman@yahoo.com
fire_united@plasa.com

Vika said...

Halo, mas...
Saya Vika, mhs S2 Komunikasi UGM. Saya blh mnt tulisan lengkapnya? Kebetulan saat ini saya mengerjakan tesis yg mengupas Film "Provoked". Saya sgt bharap tulisan mas bs mbantu saya. Tlg dkirim ke e-mail sy: vheeka@yahoo.co.id ya.. Trimakasih byk sblmnya. Sukses truss!! =)

Anonymous said...

Hello Mas
aku lagi bikin tugas forensik tentang KDRT , saya berharap bisa sebagai referensi..
boleh minta artikelnya?
emailku : melisabong@hotmail.com

terima kasih banyakk..Sukses selalu =)

Anonymous said...

Mas..artikelnya nampak menarik..boleh minta artikel lengkap ny ga? blh g tlg dikirim ke e-mail gw di kucingtaksis@yahoo.com

Tika said...

Halo Mas Fais..
Saya tika saat ini saya sedang menulis tentang KDRT, dan saya harap artikel ini sebagai salah satu wacana saya, bolehkah saya meminta edisi lengkapnya.
di email saya: puti_ka@yahoo.com
Terima kasih. Sukses selalu.

felix said...

Saya sementara ini sedang menulis tentang Makalah Perempuan Bicara Hukum dan Penghukuman..mohonya tolong dikirim beberapa artikel yang berkaitan dengan judul makalah tersebut di atas ini..klu bisa nih...alamatnya..www.kumeser.wordpress.com/sampari.foundantion@live.com

Anonymous said...

assalam, Pak Faiz mohon untuk dikirim kan artikel tentang KDRT ke email saya untuk keperluan penulisan ilmiah. terimakasih sebelumnya
nayla_dias@yahoo.co.id

pdiah said...

SALAM KENAL PAK FAIZ,
SAYA SEDANG MENGUMPULKAN BAHAN UNTUK RISET SAYA DALAM MASALAH KDRT, MOHON BANTUANNYA UNTUK MENDAPATKAN DOKUMEN LENGKAPNYA. MAKASIH
diah.putri.sukamara@gmail.com

Anonymous said...

saya sahanti

toLong kirimkan artikel selengkapnya mengenai KDRT ke email saya :
chan.teex@gmail.com

trims. saya membutuhkan bnyak artikel untuk mendukung pembuatan makalah tugas akhir matakuliah PANCASILA .

Nurdien said...

Assalamualaikum mas Faiz, saya ada perlu dengan artikel yang mas buat, untuk keperluan makalah.. tolong dikirim ke email saya, di adryan.nurdien@gmail.com
terima kasih banyak mas..

Anonymous said...

mana nih fpi yang biasanya berkoar2 kalo ada hal2 maksiat

Anonymous said...

Kekerasan dlm rmh tangga..??? Sebelah rmh srg tuh gaplok2an smp anaknya yg kcl nangis2 jenggo teriak2 minta ortunya brenti. Ngenes dgrnya ky hati disayat, mana tengah mlm pula. Ganggu tetangga istirahat aja tuh, kayanya dokter bedah tp kelakuan ky bocah (kurniagr@yahoo.co.uk)

Anonymous said...

Kekerasan dlm rmh tangga..??? Sebelah rmh srg tuh gaplok2an smp anaknya yg kcl nangis2 jenggo teriak2 minta ortunya brenti. Ngenes dgrnya ky hati disayat, mana tengah mlm pula. Ganggu tetangga istirahat aja tuh, kayanya dokter bedah tp kelakuan ky bocah (kurniagr@yahoo.co.uk)

Anonymous said...

mas faiz, saya tertarik (selalu dan selalu) tentang kekerasan terhadap perempuan. kalo boleh, saya tolong dikirimkan file lengkap tentang tulisan anda. terima kasih. (manusiasenja@yahoo.com)

Anonymous said...

Terkadang perempuan yang menjadi korban dalam kasus ini enggan dibantu untuk melaporkan kasus rumah tangganya ke kepolisian dengan alasan ini adalah aib! Pertanyaannya: apakah perempuan masih memiliki rasa takut yang teramat sangat oleh pria dalam hal ini pasangannya jika harus melaporkan ke kepolisian?! Sehingga cukup berkata "tidak usah, ini adalah aib"... Bagimana rasanya jika perempuan tersebut adalah bagian dari keluuarga kita?

Mas faiz, qais mahasiswa STP Sahid, saya minta tolong dikirim artikel lengkapnya ya! Ke ahmadqaisalfiansyah@yahoo.com
Terima kasih

Anonymous said...

assallam mu'allaikum,.,salam kenal mas,
saya makhasiswi yg sedang mengerjakan skripsi tetang KDRT dan saya tertarik dengan artikel ini untk d jadikan refrensi skrripsi saya,,saya harap mas mau mengirimkan artikel lengkap ny ke kikiulist@yahoo.co.id
terima kasih

Anonymous said...

Boleh dong share makalahnya... psikologi_is@yahoo.com. Thanx b 4...

el hakeem said...

pak bisa kirim ke himaselhakim@rocketmail.com...
saya tunggu ya pak.. thx

Nurul Mahmudah said...

Salam kenal Pak Pan Muhammad Faiz,, saya bisa dikirimkan artikel tentang KDRT nya,,
karena sedang butuh untuk bahan skripsi saya, mohon di email ke personal.ispolitical@yahoo.com
terima kasih sekali :)

Anonymous said...

Salam kenal mas Faiz..
Saya tertarik dengan artikel MAs Faiz..
KArena saat ini saya sedang menulis skripsi mengenai KDRT. Jadi saya sangat membutuhkan tambahan referensi..
Mohon artikelnya dikirim via email "dee_lyana@yahoo.com"
teima kasih sebelumnya..:D

Anonymous said...

assalamualaikum mas fais
saya tertarik dengan artikel anda,dan saya juga sedang membuat makalah tentang kdrt.tolong kirimkan artikel lengkapnya ke email rezanovitareza@yahoo.com
terimakasih mas fais

Anonymous said...

assalamualaikum mas... salam kenal dari afsho. saya mahasiswi sastra inggris UB. kebetulan saya ingin membahas KDRT dan budaya india dalam skripsi saya. mas,, bolehkah saya minta soft file dari penelitian mas ini karna saya rasa ini akan sangat membantu saya dalam menyelesaikan skripsi. kalau boleh saya minta tolong dikirim ke emaiku ini afshochulmunyoh@yahoo.com da kalau boleh saya minta nomor hp mas buat konsultasi lebih lanjut mengenai skripsi saya. makasih sebelumnya mas. saya tunggu emailnya. :D

Siti Nurkomariyah said...

kakaak..mau share dooong..
boleh ga??

Anonymous said...

dear, pak faiz, isinya bagus sekali, saya mau dengan artikel lengkapnya..saya sedang meelakukan penelitian di bidang KDRT, ke email konohajagoan@yahoo.co.id
terima kasih

istika said...

Mas.. saya sedang menyusun Skripsi tentang KDRT...
Kalau boleh saya juga minta jurnal lengkapnya mas ke istikanca@gmail.com
Ditunggu emailnya mas...
Terima kasih...

Ardi Stive said...

salam..
mas minta tolong untuk artikel lebih lengkapnya boleh dikirim ke emailku jg, ardi.umi1024@gmail.com lagi buat tugas akhir kuliah (skripsi) tentang KDRT. termaksih before mas,