Friday, September 21, 2007

Dari Pengacara Menuju Presiden India

PRATIBHA DEVISINGH PATIL, PRESIDEN WANITA PERTAMA DI INDIA

Dilahirkan di sebuah kota kecil bernama Jalgaon, Maharashtra pada 19 Desember 1934, Paratibha Devisingh Patil merupakan wanita yang sangat aktif sejak berumur 13 tahun, masa di mana India baru saja memperoleh kemerdekaannya. Ia menempuh pendidikan di Jalgaon dan Mumbai untuk mencapai gelar pascasarjana di bidang hukum dan kemudian terjun menjadi praktisi hukum sebagai advokat di Jalgaon.

Ayahnya merupakan penuntut umum pada Kepolisian India yang mengajarkan kedisiplinan tinggi agar menjadi anak yang ramah di dalam hubungan keluarga. Tidak ada satupun dari anggota keluarganya yang mempunyai hubungan dengan kalangan politisi, sebelum akhirnya ia terlibat pada kegiatan sosial yang bermuara pada komunitas politisi Partai Congress. Mengawali karirnya, ia terpilih menjadi anggota majelis negara bagian Maharastha pada tahun 1962 hingga 1985.

Semenjak menjadi anggota partai Congress, karir Pratibha terus menanjak. Pada tahun 1985 ia terpilih sebagai anggota Rajya Sabha, Parlemen kamar atas India, dan menjadi Deputy Chairperson Rajya Sabha pada tahun 1986 selama dua tahun berturut-turut. Di tahun 1991 ia terpilih kembali menjadi anggota parlemen, namun kini pada Lok Sabha, Parlemen kamar rendah India.

Pergulatannya di bidang politk tidak saja berhenti sampai di Lok Sabha, tepat pada tanggal 8 November 2004 ia menjadi Gubernur Rajasthan. Salah satu kebijakannya yang cukup kontroversial dan bersejarah pada saat itu yaitu penolaknnya terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Kebebasan Beragama yang berisi larangan terjadinya perpindahan dari suatu agama ke agama lainnya. Ia berpendapat bahwa hal tersebut merupakan ketentuan yang mempengaruhi, baik secara langsung maupun tidak langsung, fundamental rights warga negara terkait dengan kebebasan beragama.

Sebelum pada jabatannya yang terakhir, ia seringkali memegang posisi penting dan terlibat langsung dengan berbagai kegiatan di bidang sosial dan kebudayaan. Beberapa di antaranya yaitu, mendirikan Working Women Hostel di Bombay, Women’s Co-Operative Bank at Jalgaon, Engineering College di Jalgaon, dan berbagai sekolah, di mana kesemuanya itu diperuntukan untuk memperoleh manfaat bagi pemuda di daerah pedalaman. Pratibha Patil mempunyai keahlian khusus dalam hal pengembangan ekonomi kedaerahan dan peningkatan kesejahteraan wanita. Pada bulan Juli yang lalu, ia mengambil sumpah sebagai Presiden India dan mencatatkan sejarah sebagai Presiden wanita pertama pada negara demokrasi terbesar di dunia.


5 comments:

Anggara said...

sayang ya di Indonesia, nggak ada lawyer yang jadi pengacara. tapi ada nggak lawyer yang jadi PM di India mas?
Salam

*berharap mas faiz jadi presiden ri*

Pan Mohamad Faiz said...

Maksudnya Mas Anggara mungkin lawyer jadi Presiden.

Prime Minister of India yang pernah menjadi Lawyer yaitu Jawaharlal Nehru, the 1st P.M of India. Tetapi praktiknya pada saat itu ia lebih banyak di South Africa, berhubung di saat yang bersamaan masih merupakan kondisi pra-kemerdekaan India.

Saya jadi Presiden? Mas Anggara tetapi jadi Menkoinfo-nya yah? :)

Anggara said...

benar, salah tulis, maaf yaa. Jadi menkominfo, wah nggak deh, yang sejajar sama Presiden dong, Ketua MA atau Ketua MK gitu :D

Dhana said...

lawyer jadi presiden ? wah emang blon ada mas , tapi calonnya ada neh br aja lulus dari law school , heheheh...

wah , brarti dah 3 orang yang aku tau lawyer jadi presiden ,
1. Bill Clinton , pengacara berlian di newyork city ( kalo g salah )
2. Marcos , meraih nilai tertinggi Bar Exam di pilipin
3. ya si ibunya ini dari India

kale lawyer Indonesia yg sudah sukses males kale ya ningalin price puluhan US$ perjam nya

Syamsu Romadhan said...

mas aku butuh bantuan? aku butuh data tentang penerapan undang-undang TI di india, dah kucari2 yang keluar malah negara indonesia terus waktu ku tinggal 2 hari dari skrg.. ak bingung mas